Halaman

Jumat, 27 Desember 2013

Resensi Buku Non Fiksi

Resensi Buku Non Fiksi
Kiat Orang Tua Menciptakan Kreativitas Anaknya
                                                Judul                : Menuju Kreativitas
                                                Penulis             : Wahyudin
                                                Penerbit           : Gema Insani
                                                Tebal               : 118 halaman
                                                Terbit               : Juli 2003
            Di dunia yang berubah secepat ini, kreativitas adalah penentu keunggulan dalam arena kompetisi. Bahkan dengan sumber daya alam yang terbatas sekalipun, kekuatan kompetitif suatu bangsa dapat dicapai bila ada Sumber Daya Manusia yang kreatif di dalamnya. Untuk ini sudah terlalu banyak fakta yang terpampang di depan kita.
            Pada umumnya manusia mempunyai sifat yang berbeda-beda, baik temperamen, gaya, sikap, maupun emosinya. Begitu juga seorang anak akan berbeda dengan anak lain, baik potensi maupun hal-hal lainnya. Masing-masing anak memerlukan karakteristik pengalaman yang berbeda untuk mengembangkan kreativitasnya.
            Kreativitas lebih bersifat personal dan privasi dari pada sosial dan massal. Tumbuh kembangnya terbangun dari berbagai interaksi. Karena itu orang tua dituntut untuk mengembangkan pola interaksi yang positif untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya kreativitas anak. Selain itu juga dimaksudkan agar daya eksperimen dan imajinasi anak dapat berkembang, sehingga kemampuan anak dalam berkarya juga berkembang.
            Kreativitas nyatanya adalah sebuah proses. Hal inilah yang dituturkan buku ini dengan jeli. Dimulai dari motivasi intrinsik dan rangkaian bekal dasar psikis lainnya yang perlu dibangun sebagai stimulus. Buku yang berjudul “Menuju Kreativitas” buah pena Bapak Wahyudin ini mengurai dengan jeli perjalanan mencapai kreativitas pada diri seorang anak yang harus dilakukan oleh orang tua. Buku setebal 118 halaman yang diterbitkan Gema Insani ini lebih banyak mengajak orang tua untuk mempersiapkan bekal dasar secara psikis dalam rangka merangsang kreativitas dan membangun kehebatan anaknya.
            Buku ini mengupasnya sesuai dengan perspektif atau pandangan agama Islam. Namun, akan terlalu berlebihan jika menuding buku ini hanya menonjolkan peran orang tua saja. Sebab buku ini mengajak para orang tua untuk bersedia mengajarkan dan membantu anak membuat kreativitasnya sejak kecil, agar kelak bermanfaat bagi masa dewasanya nanti.
            Dari hal yang paling sederhana, misalnya cara orang tua untuk mengenali bakat si anak kemudian cara mengembangkannya. Saat proses pengembangan itu berlangsung orang tua dapat menerapkan adanya imbalan dan hukuman yang akan diberikan pada anak tersebut. Selain itu buku ini juga menjelaskan bagaimana cara orang tua untuk mengajarkan anaknya agar bersungguh-sungguh.
            Disamping interaksi antara orang tua dan anaknya, buku ini juga memberikan kiat-kiat yang harus dilakukan oleh orang tua itu sendiri untuk menghadapi si anak. Karena ada kalanya orang tua merasa lelah dan tegang menghadapi tingkah laku anaknya. Beberapa tips yang diberikan yaitu manajemen diri, interpretasi baru, dan mencari dukungan dari orang lain.
            Buku ini lebih banyak mengajak orang tua untuk mempersiapkan bekal dasar secara psikis daam rangka merangsang kreativitas dan membangun kehebatan anak. Hal lain yang menarik yaitu cara penulis untuk memberikan informasi sedetail mungkin agar para orang tua yang membaca dapat memahami betul apa makna yang terkandung dalam buku ini.
            Penulis belum berbicara praktis mengenai langkah-langkah untuk melatih kreativitas anak. Sebaiknya penulis juga memberikan gambar-gambar atau foto mengenai kegiatan orang tua dalam menciptakan dan mengembangkan kreativitas anak-anaknya, agar buku ini lebih menarik untuk dibaca dan memperjelas para orang tua dalam proses mendidik anaknya.

            Buku ini layak diapresiasi, agar dapat memberikan manfaat yang lebih berarti manakala masing-masing pembaca mau memperkaya isinya dengan pengalaman-pemngalaaman nyata. Paling tidak pengalaman pribadinya seputar aktivitas dirinya dalam berinteraksi dengan anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar