Resensi Buku Non Fiksi
Kiat Orang Tua Menciptakan
Kreativitas Anaknya
Judul : Menuju Kreativitas
Penulis : Wahyudin
Penerbit : Gema Insani
Tebal :
118 halaman
Terbit : Juli 2003
Di dunia yang berubah secepat ini,
kreativitas adalah penentu keunggulan dalam arena kompetisi. Bahkan dengan
sumber daya alam yang terbatas sekalipun, kekuatan kompetitif suatu bangsa
dapat dicapai bila ada Sumber Daya Manusia yang kreatif di dalamnya. Untuk ini
sudah terlalu banyak fakta yang terpampang di depan kita.
Pada
umumnya manusia mempunyai sifat yang berbeda-beda, baik temperamen, gaya,
sikap, maupun emosinya. Begitu juga seorang anak akan berbeda dengan anak lain,
baik potensi maupun hal-hal lainnya. Masing-masing anak memerlukan karakteristik
pengalaman yang berbeda untuk mengembangkan kreativitasnya.
Kreativitas
lebih bersifat personal dan privasi dari pada sosial dan massal. Tumbuh
kembangnya terbangun dari berbagai interaksi. Karena itu orang tua dituntut
untuk mengembangkan pola interaksi yang positif untuk memfasilitasi tumbuh
kembangnya kreativitas anak. Selain itu juga dimaksudkan agar daya eksperimen
dan imajinasi anak dapat berkembang, sehingga kemampuan anak dalam berkarya
juga berkembang.
Kreativitas
nyatanya adalah sebuah proses. Hal inilah yang dituturkan buku ini dengan jeli.
Dimulai dari motivasi intrinsik dan rangkaian bekal dasar psikis lainnya yang
perlu dibangun sebagai stimulus. Buku yang berjudul “Menuju Kreativitas” buah
pena Bapak Wahyudin ini mengurai dengan jeli perjalanan mencapai kreativitas
pada diri seorang anak yang harus dilakukan oleh orang tua. Buku setebal 118
halaman yang diterbitkan Gema Insani ini lebih banyak mengajak orang tua untuk
mempersiapkan bekal dasar secara psikis dalam rangka merangsang kreativitas dan
membangun kehebatan anaknya.
Buku
ini mengupasnya sesuai dengan perspektif atau pandangan agama Islam. Namun,
akan terlalu berlebihan jika menuding buku ini hanya menonjolkan peran orang
tua saja. Sebab buku ini mengajak para orang tua untuk bersedia mengajarkan dan
membantu anak membuat kreativitasnya sejak kecil, agar kelak bermanfaat bagi
masa dewasanya nanti.
Dari
hal yang paling sederhana, misalnya cara orang tua untuk mengenali bakat si
anak kemudian cara mengembangkannya. Saat proses pengembangan itu berlangsung
orang tua dapat menerapkan adanya imbalan dan hukuman yang akan diberikan pada
anak tersebut. Selain itu buku ini juga menjelaskan bagaimana cara orang tua
untuk mengajarkan anaknya agar bersungguh-sungguh.
Disamping
interaksi antara orang tua dan anaknya, buku ini juga memberikan kiat-kiat yang
harus dilakukan oleh orang tua itu sendiri untuk menghadapi si anak. Karena ada
kalanya orang tua merasa lelah dan tegang menghadapi tingkah laku anaknya.
Beberapa tips yang diberikan yaitu manajemen diri, interpretasi baru, dan
mencari dukungan dari orang lain.
Buku
ini lebih banyak mengajak orang tua untuk mempersiapkan bekal dasar secara
psikis daam rangka merangsang kreativitas dan membangun kehebatan anak. Hal lain
yang menarik yaitu cara penulis untuk memberikan informasi sedetail mungkin
agar para orang tua yang membaca dapat memahami betul apa makna yang terkandung
dalam buku ini.
Penulis
belum berbicara praktis mengenai langkah-langkah untuk melatih kreativitas anak.
Sebaiknya penulis juga memberikan gambar-gambar atau foto mengenai kegiatan
orang tua dalam menciptakan dan mengembangkan kreativitas anak-anaknya, agar
buku ini lebih menarik untuk dibaca dan memperjelas para orang tua dalam proses
mendidik anaknya.
Buku
ini layak diapresiasi, agar dapat memberikan manfaat yang lebih berarti
manakala masing-masing pembaca mau memperkaya isinya dengan
pengalaman-pemngalaaman nyata. Paling tidak pengalaman pribadinya seputar
aktivitas dirinya dalam berinteraksi dengan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar