UNSUR INTRINSIK CERPEN “BELATI DAN
HATI”
Lks halaman 56-58
·
Tema : Kesungguhan dan Kerelaan Cinta
Alasan
: Demi cintanya pada seseorang, sang tokoh aku dalam cerpen ini merelakan dirinya
berubah. Ia rela memotong rambut panjang juga kuku di tangan kanan dan kirinya.
Dibuktikan pada kalimat “Akan kuhabisi rambut panjang melebihi punggung yang
tidak pernah kucuci dengan batang-batang padi kering.......”, dan “Akan
kupotong kuku di tangan kiri dan kanan yang panjang-panjang sehingga aku mirip
setan bermata besar.......” Hal ini menunjukkan rasa cinta yang
sungguh-sungguh. Lalu kerelaan cinta dibuktikan pada kalimat “Lalu pada hari
ke-365 aku akan berhenti, karena aku tahu, engkau tidak berkenan”, dan “Hati
kuberikan dengan kerelaan.....”
·
Amanat : Cintailah seseorang dengan
tulus dari hati, bukan karena harta ataupun tubuhnya.
Alasan
: Tokoh aku sangat mencintai wanita yang dicintainya walaupun ia tak punya
apa-apa, hanya hati yang dapat ia berikan pada wanita itu. Dibuktikan pada
kalimat “Terimalah hati dan belati yang kubawa, karena inilah harta yang
kumiliki. Aku tidak akan membeli tubuhmu dengan sebongkah besar berlian atau
sebuah istana berpintu seribu menghadap laut, karena aku tidak memilikinya......”
·
Alur : Maju
Alasan
: Sesuai dengan runtutan/kronologi kejadian. Disini tokoh aku berusaha
mengungkapkan rasa cintanya pada wanita yang dicintainya. Tokoh aku hanyalah
seseorang yang apa adanya. Ia rela memberikan hatinya, dan melindungi wanita
yang dicintainya, dan ia pun rela mengubah hidupnya demi wanita itu. Tetapi
akhirnya tokoh aku pun tahu bahwa ia tak bisa memiliki wanita itu. Dan nantinya
ia pun akan setia menunggu wanita itu di gerbang ruh-ruh abadi.
·
Penokohan :
1. Aku
:
-
Rendah hati à
Tokoh ini tidak menyombongkan dirinya.
Bukti: “Terimalah hati dan belati
yang kubawa, karena inilah harta yang kumiliki. Aku tidak akan membeli tubuhmu
dengan sebongkah besar berlian atau sebuah istana berpintu seribu menghadap
laut, karena aku tidak memilikinya.......”
-
Sabar à Ia rela
menunggu wanita yang dicintainya, karena ia tahu bahwa saat ini ia belum bisa
mendapatkannya.
Bukti: “Bila hari ini engkau
mengutuk sebuah ketiba-tibaan, maka aku akan menunggumu hingga beberapa hari
berpikir meski kerut-kerut membuat keningmu hilang indahnya..” dan “Aku akan
menunggumu di gerbang ruh-ruh abadi.”
-
Relaà Ia rela
memberikan hatinya pada wanita itu walaupun wanita itu tak bisa menerimanya.
Bukti: “Hati kuberikan dengan
kerelaan, karena aku ingin engkau menyimpannya di dadamu, sebelum aku merobek
dadamu......”
-
Setia à Ia menunggu
wanita yang dicintainya agar kelak bisa bersamanya.
Bukti: “Aku akan menunggumu di
gerbang ruh-ruh abadi.”
2. Wanita
:
-
Gila harta à
Wanita itu tidak bisa menerima tokoh aku dan lebih mengharapkan orang lain yang
punya harta banyak.
Bukti: “Tentu engkau mengharapkan
seorang lelaki akan membeli tubuhmu dengan sebongkah besar berlian atau sebuah
istana berpintu seribu menghadap laut, meski engkau tahu akan disimpannya
bersama perempuan-perempuan lain...”
·
Sudut pandang : Orang pertama pelaku
utama. Karena dalam cerita pengarang menceritakan apa yang terjadi dalam
dirinya dengan menggunakan tokoh aku. Tokoh “Aku” menceritakan segala konflik
yang terjadi dalam dirinya, dan cara menyelesaikannya.
·
Latar :
1. Waktu
: -
2. Tempat
: -
3. Suasana
:
-
Mengharukan
Alasan : Tokoh aku sengat mencintai
seorang wanita tetapi tak bisa memilikinya. Demi cintanya itu ia, rela merubah
dirinya. Ia rela berubah menjadi lebih baik. Tetapi wanita itu tidak bisa
menerimanya. Lalu tokoh aku pun akan setia menuggunya di gerbang ruh-ruh abadi.
-
Gundah
Alasan : “Sang Kejahatan dan Sang Kebaikan sering bertengkar di
dalam kepalaku. Suaranya membuatku gundah dan berputar-putar tiga belas putaran.”
-
Bahagia
Alasan : “Namun aku bahagia karena hari ini suara Sang Kejahatan
kalah memekakkan.”
· Gaya
bahasa : Banyak menggunakan majas, terutama majas repetisi. Repetisi dimaknai
sebagai pengulangan. Tujuannya adalah untuk menegaskan sesuatu. Penegasan itu
memiliki arti penting, sebab menceritakan begitu besar rasa cinta tokoh aku
kepada seseorang yang dicintainya. Maka dalam cerpen ini, fungsi repetisi
digunakan untuk menunjukkan kesungguhan cinta.
Bukti : “Bajuku tebal berwarna lumut namun terlalu banyak lumut
yang menutupinya, panjang menyentuh bumi dan menutupi jari-jari tanganku.
Rambutku panjang melebihi punggung dan tidak pernah kucuci dengan batang-batang
padi kering maka sering membuat kepalaku gatal-gatal dan berkutu dan sudah
puluhan tahun kusengajakan berpilin-pilin, meski aku membenci Daun Kenikmatan
karena akan membuatku bodoh dan bicaraku bagai orang dungu. Kuku di tangan kiri
dan kananku panjang-panjang sehingga mirip setan bermata besar, bergigi taring,
berambut putih panjang sekaki, bongkok dan berpunuk yang muncul dari balik asap
ledakan, kata orang ledakan sekantung kecil pasir warna abu-abu, padahal tidak
mungkin sekantung kecil pasir warna abu-abu meledak sedahsyat itu.”
Kalimat panjang ini terdiri atas
tiga kalimat, dan ditemukan kembali di beberapa paragraf berikutnya dengan
varian berbeda. Setiap kalimat diberi tambahan lagi. Misalnya tambahan pada
kalimat pertama kutipan di atas menjadi “Akan kuganti baju tebal berwarna lumut namun terlalu banyak lumut yang
menutupinya, panjang menyentuh bumi dan menutupi jari-jari tanganku, dengan
jubah berwarna merah bersulam naga-naga dari benang emas, meski tetap panjang
menyentuh bumi dan menutupi jari-jari tanganku.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar