Assalamualaikum
Wr. Wb.
Yang
terhormat Ibu Sri Endang Mulyaningsih, serta teman-teman kelas XII IPA 2 yang
saya sayangi.
Marilah kita panjatkan puji syukur
ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
sehingga pada hari ini kita masih bisa berkumpul dan merasakan nikmat indahnya
hidup.
Teman-temanku, wanita sering dipandang sebagai simbol seks dan syahwat
semata. Karena kemolekan dan keindahannya yang mampu menarik perhatian lawan
jenisnya. Tetapi sesungguhnya peran wanita tak hanya sebatas pemuas nafsu
lelaki, dan bukan pula sebatas pemberi keturunan saja, melainkan wanita juga
memiliki peran dan andil besar dalam perjuangan pergerakan suatu bangsa.
Dalam sejarah pergerakan bangsa Indonesia, kita tahu bahwa perjuangan bangsa ini tak lepas dari peran wanita. Nama-nama seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan R.A. Kartini, tentu sangat populer dengan kisah perjuangan besar mereka. Sebenarnya tak hanya mereka saja, masih banyak nama perempuan yang tercatat dalam sejarah sebagai wanita penggerak bangsa.
Dalam sejarah pergerakan bangsa Indonesia, kita tahu bahwa perjuangan bangsa ini tak lepas dari peran wanita. Nama-nama seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan R.A. Kartini, tentu sangat populer dengan kisah perjuangan besar mereka. Sebenarnya tak hanya mereka saja, masih banyak nama perempuan yang tercatat dalam sejarah sebagai wanita penggerak bangsa.
Bung
Karno dalam bagian akhir buku Sarinah,
mengatakan bahwa: "...Wanita Indonesia, kewajibanmu telah terang!
Sekarang ikutlah serta mutlak dalam usaha menyelamatkan Republik, dan jika Republik
telah selamat, ikutlah serta mutlak dalam usaha menyusun Negara Nasional.” Sebagaimana
yang dimaksudkan oleh Bung Karno tersebut, kaum perempuan hendaknya mengambil
peran strategis dalam proses pembangunan. Untuk apa? Hal itu semata-mata agar
kaum perempuan ikut memastikan arah gerak negara, sehingga kaum perempuan
mendapatkan hak dasarnya sebagai manusia yang mulia. Disamping itu hal ini akan
mencerminkan suatu bentuk kesetaraan gender dalam pembangunan masa kini.
Saya
pernah membaca artikel tentang petuah-petuah Cut Nyak Dien kepada anak
perempuannya, Gambang, yang dikutip dalam sebuah film berjudul “Tjoet Nja’
Dhien” pada 1988 lalu yang disutradarai oleh Eros Djarot. Dan salah satu petuah
tersebut berbunyi : "Gambang, kau sudah semakin dewasa. Tanganmu begitu
halus sehalus tanganku semasa gadis dulu,” kata Cuk Nyak Dien sembari memegang
tangan putrinya. "Tangan ini kelak yang akan membelai suami dan
anak-anakmu agar mereka dapat tertidur nyenyak. Dan tangan ini pula yang akan
membangunkan mereka untuk dapat melihat dunia esok hari. Gambang, kau pun wajib
mengingatkan mereka bahwa tanah dan alam negeri ini perlu dipelihara, dijaga,
dan dipertahankan walau nyawa yang menjadi taruhannya." Tentu kita sebagai
wanita dewasa harus mampu menangkap makna yang terkandung dalam petuah
tersebut.
Teman-teman yang saya sayangi,
Kalau melihat
berita-berita tentang kekerasan pada perempuan di Indonesia saat ini, rasanya
menyedihkan sekali, sangat ironis. Perlu kita ketahui sekali lagi, bahwa bangsa
ini merdeka karena ada peran wanita di dalamnya. Jangan pernah berfikir kalau
bangsa ini merdeka hanya karena ada sosok Ir. Soekarno ataupun Moh. Hatta saja.
Ditengah banyaknya masalah kekerasan pada perempuan saat ini, sudah selayaknya
kaum perempuan harus bangkit, kuat, mandiri, bijaksana, dan ikut andil dalam
pembangunan negara Indonesia. Dan perlu diingat sekali lagi, bahwa wanita bukan
semata-mata simbol syahwat, karena dibalik kelembutannya tersimpan ketangguhan
yang mampu menggerakkan semangat sebuah bangsa untuk bangkit. Seperti kata pepatah,
“Dibalik pria yang hebat selalu ada wanita yang hebat.”
Demikian pidato
yang dapat saya sampaikan. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Terima kasih
atas perhatian teman-teman, dan saya mohon maaf apabila ada kekurangan. Sebagai
penutup, saya ingat kata mutiara dari Margaret
Thatcher yang berbunyi : “Dalam politik, jika Anda ingin sesuatu dikatakan,
mintalah pada seorang pria. Tetapi jika Anda ingin sesuatu dilakukan, maka mintalah
pada seorang wanita.”
Salam Kebangkitan Wanita Indonesia.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar