Pembunuh Berdarah Kotor
Kawan,
alangkah lucunya negeri ini
Orang bilang,
tanahnya subur
Orang bilang,
tanahnya tanah surga
Tapi kegelapan
dan kebuntuan adalah jalan mereka
Mereka yang
jadi pembunuh berdarah kotor
Tak seindah
orang bilang
Kawan, kau
tahu
Sepiring nasi
dan segelas kopi panas adalah barang mewah baginya
Tapi mengapa
mereka masih saja merampas haknya dan membodohinya?
Yaa..
Mereka
membodohinya dengan sejuta kata manis ditengah pahit getir kehidupannya
Mereka
merampas haknya untuk kejayaan mereka sendiri
Wahai kau,
Koruptor !
Kaulah yang
jadi pembunuh berdarah kotor
Yang selalu
membunuh dia
Ya, dialah
para mayoritas rakyat bawah yang selalu kau tindas!
Yang selalu
kau campakkan!
Kenapa kau
biarkannya tergeletak di tepi jalan, dan mengharamkan kebahagiaan baginya ?
Negeri ini
terasa gelap, karena kau pembunuh berdarah kotor !
Kau, kau, dan
kau, yang penuh kebohongan !
Kau yang
penuh kebusukan!
Sadarlah kau,
Kau lebih
dari sampah menjijikkan yang terdampar di pulau Gebang
Kau juga
seperti burung gagak
Burung gagak
yang licik dan hitam
Wahai kau,
pembunuh berdarah kotor !
Kapan kau
bangun dari mimpi burukmu itu?
Dan
membiarkan dia hidup dengan kebahagiaannya?
Dan tak ada
lagi kegelapan di negeri ini ?
Biarkanlah..
Biarkanlah
negeri ini seperti istana kedamaian, bak surga yang mengalir gemericik air
dibawahnya
Agar kata
orang yang bilang itu tak jadi fiktif belaka
--26--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar