Halaman

Jumat, 27 Desember 2013

Puisi Bahasa Indonesia tentang Koruptor

Pembunuh Berdarah Kotor

Kawan, alangkah lucunya negeri ini
Orang bilang, tanahnya subur
Orang bilang, tanahnya tanah surga
Tapi kegelapan dan kebuntuan adalah jalan mereka
Mereka yang jadi pembunuh berdarah kotor
Tak seindah orang bilang

Kawan, kau tahu
Sepiring nasi dan segelas kopi panas adalah barang mewah baginya
Tapi mengapa mereka masih saja merampas haknya dan membodohinya?
Yaa..
Mereka membodohinya dengan sejuta kata manis ditengah pahit getir kehidupannya
Mereka merampas haknya untuk kejayaan mereka sendiri

Wahai kau, Koruptor !
Kaulah yang jadi pembunuh berdarah kotor
Yang selalu membunuh dia
Ya, dialah para mayoritas rakyat bawah yang selalu kau tindas!
Yang selalu kau campakkan!
Kenapa kau biarkannya tergeletak di tepi jalan, dan mengharamkan kebahagiaan baginya ?

Negeri ini terasa gelap, karena kau pembunuh berdarah kotor !
Kau, kau, dan kau, yang penuh kebohongan !
Kau yang penuh kebusukan!
Sadarlah kau,
Kau lebih dari sampah menjijikkan yang terdampar di pulau Gebang
Kau juga seperti burung gagak
Burung gagak yang licik dan hitam

Wahai kau, pembunuh berdarah kotor !
Kapan kau bangun dari mimpi burukmu itu?
Dan membiarkan dia hidup dengan kebahagiaannya?
Dan tak ada lagi kegelapan di negeri ini ?
Biarkanlah..
Biarkanlah negeri ini seperti istana kedamaian, bak surga yang mengalir gemericik air dibawahnya

Agar kata orang yang bilang itu tak jadi fiktif belaka
--26--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar