Halaman

Minggu, 21 April 2013

Pidato Hari Kebangkitan Nasional


MENINGKATKAN PERAN SERTA GENERASI MUDA UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA NASIONAL
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين     وبه نستعين على أمور الدنيا والدين     وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم الأنبياء والمرسلين     وآله وصحبه أجمعين ولاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم    أمابعد :
Yang terhormat Bapak Qodiran, S.Pd dan Ibu Endang, S.Pd selaku penguji, serta teman – teman yang saya cintai.
     Terlebih dahulu, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberi kita nikmat sehat jasmani dan rohani, sehingga pada kesempatan ini kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
        Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang kita membawa kita dari zaman unta sampai ke zaman honda seperti sekarang ini.
Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, serta teman – temanku yang sayangi. Pada kesempatan kali ini perkenanlah saya menyampaikan sedikit ulasan tentang “Meningkatkan Peran Serta Generasi Muda untuk Melestarikan Budaya Nasional.”
     Bangsa Indonesia memiliki beribu – ribu budaya dari puluhan ribu pulau yang ada. Banyak sekali kebudayaan yang dapat kita pelajari. Budaya adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia dalam bentuk adat istiadat dan merupakan kebiasaan yang sukar diubah. Keragaman budaya di Indonesia   memang tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Akan tetapi, sangat minim sekali kepedulian masyarakat Indonesia untuk melestarikannya. Masih banyak bahkan mayoritas masyarakat menganggap bahwa kebudayaan Indonesia sangat membosankan untuk diikuti perkembangannya.
      Saat sekarang ini contohnya, kita ambil dari sekeliling kita. Anak – anak kecil, mereka cenderung terbawa oleh teknologi yang memanjakan mereka dengan berbagai macam mainan digital, game online, duduk berjam – jam di depan komputer hanya untuk bermain game. Sedikit sekali anak – anak yang masih mau bermain mainan tradisional seperti enggrang, lompat tali, dan lain sebagainya. Bahkan anak – anak sekarang beranggapan bahwa permainan tradisional itu kuno, dan bukan zamannya lagi untuk dimainkan lagi. Contoh lain adalah makin menjamurnya lagu – lagu korea, dan lain – lain. Mereka lupa bahkan tidak mengenal  lagu – lagu daerah yang berasal dari Indonesia, apa ini yang dinamakan cinta terhadap budaya negara sendiri? Mereka sangat antusias meniru, bahkan sampai hafal koreografi dari artis favorit mereka. Sejalan dengan itu mereka melupakan tarian daerah asli dari negara mereka.
      Perlu kita sadari bahwa kebudayaan itu sangat perlu untuk dilestarikan. Mengapa demikian? Karena kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa, dan seharusnya kita  bangga akan hal itu. Bukan malah malu akan budaya itu sendiri. Jika kita umpamakan budaya itu bisa suatu ciri khas, dan tubuh kita adalah negara Indonesia. Tentunya kita akan merasa tersinggung jika ciri khas itu ditiru oleh orang lain. Sama halnya seperti budaya, jika budaya kita ditiru atau diambil oleh bangsa lain seharusnya kita marah. Bukan karena kita menyombongkan diri atas kebudayaan itu, tapi itu merupakan wujud kepedulian kita terhadap kebudayaan bangsa kita sendiri. Sekali lagi lagi perlu kita ketahui bahwa budaya sangat perlu dilestarikan, karena itu adalah warisan bagi penerus bangsa.
Bapak dan Ibu guru serta teman – temanku yang saya cintai.
         Generasi muda adalah penerus bangsa, kitalah pemegang estafet kepemimpinan bangsa di masa depan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Dalam hal ini generasi muda yang nantinya akan memimpin bangsa harus terlebih dahulu mengenal budayanya. Seperti kata pepatah, kita tak kenal maka tak sayang. Demikian pula generasi muda dengan kebudayaan bangsanya. Kita yang akan memimpin bangsa di masa depan. Bagaimana kita akan menciptakan masyarakat yang cinta tanah air, kalau sekarang kita tidak tahu apa dan bagaimana budaya bangasa kita sendiri. Peran generasi muda untuk melestaikan kebudayaan sangatlah penting. Karena dimasa depan kitalah yang menentukan masih ada atau tidaknya budaya di masa depan. Kalau bukan kita muda – mudi bangsa, siapa lagi yang akan menggantikan kakek, nenek, bapak, ibu untuk melestarikan budaya di masa depan nanti.
Bapak dan Ibu guru dan teman – temanku yang saya sayangi.
         Kita patut bangga terhadap budaya kita. Mengapa demikian? Budaya kita sudah dikenal di luar negeri sana. Seharusnya kita bersyukur karena kita tidak perlu susah payah menciptakan, kita hanya perlu menjaga dan mempertahankan agar kebudayaan kita tidak punah, dan masih bisa kita ajarkan kepada anak cucu kita.
Di salah satu universitas di negara Korea, ada seorang dosen seni yang mengajarkan kesenian tari tradisional dari Indonesia. Disana dia membentuk komunitas tari yang anggotanya mahasiswi dan mahasiswa dari Indonesia dan para mahasiswi Korea. Disana mereka belajar tari – tarian tradisional dari Indonesia. Seperti tari batok dari Sumatera dan lain – lain. Tiap bulan mereka mengadakan pentas di universitas mereka, bahkan mereka pernah memenangkan beberapa perlombaan dalam berbagai even.
Bapak dan Ibu guru dan teman – temanku yang saya banggakan.
         Seharusnya kita bangga terhadap budaya kita, dan sudah sepatutnya kita melestarikan budaya kita, dan meningkatkan kepedulian kita dan ikut berperan aktif dalam pelestarian budaya, terutama para generasi muda.
Bapak dan ibu guru yang saya hormati, dan teman – temanku yang berbahagia.
        Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk melestrikan budaya kita. Contohnya, dengan mengadakan kesenian daerah sebagai ekstrakulikuler
Ekstrakulikuler adalah suatu sarana pengembangaan bakat dan minat peserta didik di sekolah. Sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dan bakat yang ada di dalam diri mereka. Seperti megadakan ekstrakulikuler tarian tradisional, grup paduan suara dengan lagu traisional, dan lain – lain. Sehingga dengan mengikuti kegiatan tersebut paara peserta didik di sekolah mampu mengenbangkan diri dan nantinya bisa melestarikan kebudayaan negara Indonesia. Bisa juga dengan mengadakan berbagai jenis perlombaan yang bertemakan kebudayaan. Misalnya pada saat class meeting diadakan lomba menyanyikan lagu tradisional, dengan begitu secara tidak langsung bisa menanamkan nilai kebudayaan pada para siswa yang mengikuti lomba tersebut. Contoh lainnya yaitu dengan mengadakan pertunjukan kebudayaan, misalnya pada saat perpisahan, para siswa bisa ikut serta menjadi pengisi acara,  meramaikan sekaligus bisa mengenal budayanya sendiri dengan menampilkan tarian daerah tersebut. Dengan demikian secara tidak langsung bisa menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa. Usaha – usaha tersebut hanyalah sebadian kecil untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia.
Oleh karena itu, marilah kita mulai dari diri kita, para generasi muda untuk menanamkan rasa cinta tanah air, cinta terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Wasalamu’alaikum Warahnatullahi Wabarakatuh.

--26--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar