MENINGKATKAN
PERAN SERTA GENERASI MUDA UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA NASIONAL
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد
لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا
والدين وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم
الأنبياء والمرسلين وآله وصحبه أجمعين ولاحول ولاقوة إلا بالله
العلي العظيم أمابعد :
Yang
terhormat Bapak Qodiran, S.Pd dan Ibu Endang, S.Pd selaku penguji, serta teman
– teman yang saya cintai.
Terlebih
dahulu, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT
yang telah memberi kita nikmat sehat jasmani dan rohani, sehingga pada
kesempatan ini kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat
wal’afiat.
Sholawat
serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad
SAW, yang kita membawa kita dari zaman unta sampai ke zaman honda seperti
sekarang ini.
Bapak
dan Ibu guru yang saya hormati, serta teman – temanku yang sayangi. Pada
kesempatan kali ini perkenanlah saya menyampaikan sedikit ulasan tentang “Meningkatkan
Peran Serta Generasi Muda untuk Melestarikan Budaya Nasional.”
Bangsa
Indonesia memiliki beribu – ribu budaya dari puluhan ribu pulau yang ada.
Banyak sekali kebudayaan yang dapat kita pelajari. Budaya adalah hasil kegiatan
dan penciptaan batin manusia dalam bentuk adat istiadat dan merupakan kebiasaan
yang sukar diubah. Keragaman budaya di Indonesia memang tidak bisa dipungkiri lagi
keberadaannya. Akan tetapi, sangat minim sekali kepedulian masyarakat Indonesia
untuk melestarikannya. Masih banyak bahkan mayoritas masyarakat menganggap
bahwa kebudayaan Indonesia sangat membosankan untuk diikuti perkembangannya.
Saat
sekarang ini contohnya, kita ambil dari sekeliling kita. Anak – anak kecil,
mereka cenderung terbawa oleh teknologi yang memanjakan mereka dengan berbagai
macam mainan digital, game online, duduk berjam – jam di depan komputer hanya
untuk bermain game. Sedikit sekali anak – anak yang masih mau bermain mainan
tradisional seperti enggrang, lompat tali, dan lain sebagainya. Bahkan anak –
anak sekarang beranggapan bahwa permainan tradisional itu kuno, dan bukan
zamannya lagi untuk dimainkan lagi. Contoh lain adalah makin menjamurnya lagu –
lagu korea, dan lain – lain. Mereka lupa bahkan tidak mengenal lagu – lagu daerah yang berasal dari
Indonesia, apa ini yang dinamakan cinta terhadap budaya negara sendiri? Mereka
sangat antusias meniru, bahkan sampai hafal koreografi dari artis favorit mereka.
Sejalan dengan itu mereka melupakan tarian daerah asli dari negara mereka.
Perlu
kita sadari bahwa kebudayaan itu sangat perlu untuk dilestarikan. Mengapa
demikian? Karena kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa, dan seharusnya
kita bangga akan hal itu. Bukan malah
malu akan budaya itu sendiri. Jika kita umpamakan budaya itu bisa suatu ciri
khas, dan tubuh kita adalah negara Indonesia. Tentunya kita akan merasa
tersinggung jika ciri khas itu ditiru oleh orang lain. Sama halnya seperti
budaya, jika budaya kita ditiru atau diambil oleh bangsa lain seharusnya kita
marah. Bukan karena kita menyombongkan diri atas kebudayaan itu, tapi itu
merupakan wujud kepedulian kita terhadap kebudayaan bangsa kita sendiri. Sekali
lagi lagi perlu kita ketahui bahwa budaya sangat perlu dilestarikan, karena itu
adalah warisan bagi penerus bangsa.
Bapak
dan Ibu guru serta teman – temanku yang saya cintai.
Generasi
muda adalah penerus bangsa, kitalah pemegang estafet kepemimpinan bangsa di
masa depan. Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan
suatu bangsa. Dalam hal ini generasi muda yang nantinya akan memimpin bangsa
harus terlebih dahulu mengenal budayanya. Seperti kata pepatah, kita tak kenal
maka tak sayang. Demikian pula generasi muda dengan kebudayaan bangsanya. Kita
yang akan memimpin bangsa di masa depan. Bagaimana kita akan menciptakan masyarakat
yang cinta tanah air, kalau sekarang kita tidak tahu apa dan bagaimana budaya
bangasa kita sendiri. Peran generasi muda untuk melestaikan kebudayaan
sangatlah penting. Karena dimasa depan kitalah yang menentukan masih ada atau
tidaknya budaya di masa depan. Kalau bukan kita muda – mudi bangsa, siapa lagi
yang akan menggantikan kakek, nenek, bapak, ibu untuk melestarikan budaya di
masa depan nanti.
Bapak
dan Ibu guru dan teman – temanku yang saya sayangi.
Kita
patut bangga terhadap budaya kita. Mengapa demikian? Budaya kita sudah dikenal
di luar negeri sana. Seharusnya kita bersyukur karena kita tidak perlu susah
payah menciptakan, kita hanya perlu menjaga dan mempertahankan agar kebudayaan
kita tidak punah, dan masih bisa kita ajarkan kepada anak cucu kita.
Di
salah satu universitas di negara Korea, ada seorang dosen seni yang mengajarkan
kesenian tari tradisional dari Indonesia. Disana dia membentuk komunitas tari
yang anggotanya mahasiswi dan mahasiswa dari Indonesia dan para mahasiswi
Korea. Disana mereka belajar tari – tarian tradisional dari Indonesia. Seperti
tari batok dari Sumatera dan lain – lain. Tiap bulan mereka mengadakan pentas
di universitas mereka, bahkan mereka pernah memenangkan beberapa perlombaan
dalam berbagai even.
Bapak
dan Ibu guru dan teman – temanku yang saya banggakan.
Seharusnya
kita bangga terhadap budaya kita, dan sudah sepatutnya kita melestarikan budaya
kita, dan meningkatkan kepedulian kita dan ikut berperan aktif dalam
pelestarian budaya, terutama para generasi muda.
Bapak
dan ibu guru yang saya hormati, dan teman – temanku yang berbahagia.
Ada
banyak hal yang dapat kita lakukan untuk melestrikan budaya kita. Contohnya,
dengan mengadakan
kesenian daerah sebagai ekstrakulikuler
Ekstrakulikuler
adalah suatu sarana pengembangaan bakat dan minat peserta didik di sekolah.
Sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dan bakat yang ada di dalam diri
mereka. Seperti megadakan ekstrakulikuler tarian tradisional, grup paduan suara
dengan lagu traisional, dan lain – lain. Sehingga dengan mengikuti kegiatan
tersebut paara peserta didik di sekolah mampu mengenbangkan diri dan nantinya
bisa melestarikan kebudayaan negara Indonesia. Bisa juga dengan mengadakan
berbagai jenis perlombaan yang bertemakan kebudayaan. Misalnya pada saat class meeting diadakan lomba menyanyikan
lagu tradisional, dengan begitu secara tidak langsung bisa menanamkan nilai
kebudayaan pada para siswa yang mengikuti lomba tersebut. Contoh lainnya yaitu
dengan mengadakan pertunjukan kebudayaan, misalnya pada saat perpisahan, para
siswa bisa ikut serta menjadi pengisi acara,
meramaikan sekaligus bisa mengenal budayanya sendiri dengan menampilkan
tarian daerah tersebut. Dengan demikian secara tidak langsung bisa menanamkan
rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa. Usaha – usaha tersebut hanyalah sebadian
kecil untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia.
Oleh karena
itu, marilah kita mulai dari diri kita, para generasi muda untuk menanamkan
rasa cinta tanah air, cinta terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.
Demikian
pidato yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Wasalamu’alaikum
Warahnatullahi Wabarakatuh.
--26--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar